Resiliensi Pada Siswa Korban Bullying DI SMAN 19 Medan

Eva Yulina, Erlina Sari Siregar, Desy Tamara Siregar

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiliensi Pada Siswa Korban Bullying di SMAN 19 Medan. Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara efektif, tetap tegar menghadapi hambatan, dan mempertahankan fungsi emosional maupun sosial secara positif . Populasi penelitian ini adalah sebanyak 542 orang siswa dari kelas X-XII SMA dan sampel penelitian sebanyak 61 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala resiliensi dengan menggunakan model skala likert. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kategori tingkat stres, sebanyak 64% atau 79 siswa berada pada kategori stres akademik sedang, 18% atau 23 siswa pada kategori rendah, dan 18% atau 22 siswa pada kategori tinggi. Selanjutnya dimensi yang paling dominan adalah pressure from study (26%), diikuti oleh workload (25%), worry about grades (18%), self expectation (14%) dan despondency (17%).

Keywords


Resiliensi; Bullying; Siswa.

Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2021). Penyusunan Skala Psikologi (Pustaka Pelajar, Ed.).

Bunga, D., Azzahra, D. S., Azzahra, A. R., Dewi, S. P., Gunawan, F. A., & Abdillah, R. (2025). Luka batin tak terlihat: Dampak bullying pada kesehatan psikologis siswa. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 2(1), 185–198. https://doi.org/10.62383/vimed.v2i1.1182

Chaidar, N., & Latifah, R. A. (2024). Hubungan pola asuh orang tua dengan resiliensi remaja korban bullying. Lentera Pendidikan, 99(1), 1–12.

Grotberg, E. H. (1999). Tapping your inner strength: How to find the resilience to deal with anything. New Harbinger.

Hafiqly, M. R., Ashrof, M. R., Putra, R. R., & Jenita, Y. L. (2025). Analisis bullying yang terjadi di sekolah. Jurnal Penelitian Nusantara, 1(8), 8–12. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i8.536

Hanani, R., & Yudistira, R. (2024). Faktor penyebab terjadinya bullying pada siswa. Visa Journal: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(3), 1–12.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia. (2024). Laporan kekerasan pendidikan nasional 2024. https://www.jppindonesia.org

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Survei pengalaman hidup anak dan remaja Indonesia (SNPHAR). https://www.kemenpppa.go.id

Nashori, F. (2021). Psikologi resiliensi. UMSU Press.

Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell.

Reivich, K., & Shatté, A. (2003). The resilience factor: 7 keys to finding your inner strength and overcoming life’s hurdles. Broadway Books.

Shemesh, S., & Heiman, T. (2021). Cyberbullying victimization and mental health among adolescents. Children and Youth Services Review, 121, 105–111.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.

Suhendar, R. D. (2019). Faktor-faktor penyebab perilaku bullying siswa di SMK Triguna Utama Ciputat Tangerang Selatan. Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 8(2), 177–184. https://doi.org/10.15408/empati.v8i2.14684

Tay, E. M. K. (2023). Revisiting the definition of bullying in the context of higher education. International Journal of Bullying Prevention. https://doi.org/10.1007/s42380-023-00199-1

Virlia, S., Sari, N., & Dewi, F. (2024). Resiliensi remaja dalam menghadapi bullying: Peran iklim sekolah dan harga diri. Vitalitas Medis, 2(1), 50–62.

Wibowo, A., Santosa, A., & Septiani, S. (2021). Potret bullying di sekolah: Analisis dampak dan upaya penanganan. Indonesian Journal of Child and Adolescent Psychology, 2(2), 120–135.

World Health Organization. (2022). Adolescent bullying global report 2022. https://www.who.int




DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i4.965

Refbacks

  • There are currently no refbacks.