Resilience dan Quarter Life Crisis : Studi pada Mahasiswa Psikologi yang Bekerja

Maqhfirah DR, Deby Lestari Br Sukatendel

Abstract


Fenomena quarter life crisis merupakan respon alami terhadap tekanan dan tuntutan tugas perkembangan yang harus dihadapi pada masa dewasa awal. Pada mahasiswa yang bekerja, tekanan untuk berhasil dalam kedua peran yakni akademik dan profesional dapat memicu tanda quarter life crisis yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resilience dengan quarter life crisis pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian ini melibatkan 133 orang mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Medan Area berusia 20–29 tahun dan memiliki pekerjaan full time ataupun part-time. Data dikumpulkan menggunakan skala resilience dan skala quarter life crisis. Hasil uji analisis korelasi Product Moment Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif antara resilience dan quarter life crisis, dengan nilai koefisien korelasi r = -0,605 dan signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi resilience, semakin rendah quarter life crisis yang dialami mahasiswa bekerja. Kontribusi efektif resilience terhadap quarter life crisis sebesar 36,6%. Secara umum, mahasiswa yang diteliti memiliki tingkat resilience yang tinggi dan mengalami quarter life crisis dalam tingkat rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya resilience sebagai faktor pelindung dalam menghadapi tekanan selama masa transisi menuju dewasa awal.

Keywords


Resilience; Quarter Life Crisis; Mahasiswa Pekerja.

Full Text:

PDF

References


Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480.

Arnett, J. J. (2004). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Oxford University Press.

Herawati, I., & Hidayat, A. (2020). Quarterlife crisis pada masa dewasa awal di Pekanbaru. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 5(2), 145–156.

Khairunnisa, N. A. T., & Wulandari, P. Y. (2023). Peran resiliensi terhadap quarter life crisis pada dewasa awal. Jurnal Syntax Fusion, 3(11), 1183–1197.

Mardelina, E., & Muhson, A. (2017). Mahasiswa bekerja dan dampaknya pada aktivitas belajar dan prestasi akademik. Jurnal Economia, 13(2), 201–209.

Nash, J. R., & Murray, M. C. (2010). Helping college students find purpose: The campus guide to meaning-making. Jossey-Bass.

Ni’mah, W. W. (2024). Adaptasi budaya pada mahasiswa gen Z asal Makassar di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 797–806.

Pratiwi, S. A., & Yuliandri, B. S. (2022). Anteseden dan hasil dari resiliensi. Motiva: Jurnal Psikologi, 5(1), 8–15.

Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The resilience factor: 7 keys to finding your inner strength and overcoming life’s hurdles. Broadway Books.

Safitri, M. (2021). Pengaruh masa transisi remaja menuju pendewasaan terhadap kesehatan mental serta bagaimana mengatasinya. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 30(1), 20–24.

Sallata, J. M. M., & Huwae, A. (2023). Resiliensi dan quarter life-crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(5), 2103–2124.

Sasongko, R. D., & Frieda, N. R. H. (2013). Resiliensi pada wanita usia dewasa awal pasca perceraian di Sendangmulyo, Semarang. Jurnal Empati, 2(3), 513–528.




DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i4.927

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


slot dana

slot