Hubungan Antara Regulasi Emosi Terhadap Quarter Life Crisis Pada Anggota Komunitas Airdrop Finder di Palembang

M Iqbal Rizky Darsawinata, Desy Arisandy

Abstract


Quarter Life Crisis adalah masa transisi yang dialami individu di awal masa dewasa, biasanya antara usia 18 dan 29 tahun. Fase ini ditandai dengan perasaan cemas tentang masa depan, kebingungan, dan tekanan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih rentan terhadap stres psikologis akibat rendahnya regulasi emosi dan kurangnya dukungan sosial, yang dapat memicu krisis ketika menghadapi tantangan di awal masa dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi terhadap quarter life crisis pada komunitas airdrop finder di Palembang. Hipotesis yang digunakan yakni adanya hubungan antara regulasi emosi terhadap quarter life crisis pada komunitas airdrop finder di Palembang. Populasi penelitian mencakup 150 anggota komunitas airdrop finder, dengan sampel penelitian terdiri dari 105 anggota komunitas tersebut. Pada penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu (purposive sampling). Instrumen pengukuran terdiri dari skala regulasi emosi dan skala quarter life crisis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis regresi sederhana menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data dengan SPSS menunjukan bahwa koefisien korelasi (R) sebesar 0,726, koefisien determinasi (R2) sebesar 0,685, dan nilai p = 0,000. Hasil analisis tersebut menunjukkan hubungan yang cukup signifikan antara regulasi emosi dengan quarter life crisis pada anggota komunitas airdrop finder di Palembang.

Keywords


Regulasi Emosi; Quarter Life Crisis; Komunitas Airdrop

Full Text:

PDF

References


Azwar, S. (2015). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar.

Fachrozie, R. S. L. (2021). Hubungan Kontrol Diri dengan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir dalam Menyelesaikan Skripsi. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(3), 509–518. https://doi.org/10.30872/psikoborneo

Gross, J. J., & Thompson, R. A. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 271–299.

Nisfiannoor, M. (2004). Hubungan antara regulasi emosi dan penerimaan kelompok teman sebaya pada remaja. Jurnal Psikologi, 160–178.

Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties. Penguin Putnam.

Robinson, O. C. (2012). A longitudinal mixed-methods case study of quarter-life crisis during the post-university transition: Locked-out and locked in forms in combination. Emerging Adulthood. https://doi.org/10.1177/2167696818764144

Robinson, O. C., & Wright, G. R. T. (2013). The prevalence, types and perceived outcomes of crisis episodes in early adulthood and midlife: A structured retrospective-autobiographical study. International Journal of Behavioral Development, 37(5), 407–416. https://doi.org/10.1177/0165025413492464

Syahadat, Y. (2013). Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Menurunkan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal Humanitas, 19–36.

Uçar, M. Y. M. (2024). Relationship of Cryptocurrency Trading to Quality of Life, Sleep and Stress Levels in Academics. The Journal of Mental Health Policy and Economics.

Wahyuni, S. (2022). Hubungan Efikasi Diri dan Regulasi Emosi dengan Motivasi Berprestasi pada Siswa SMK. E-Journal Psikologi, 88–94.




DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i4.840

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


slot dana

slot