Gambaran Secondary Trauma Stress Pada Passive Bystander Peristiwa Bullying
Abstract
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secondary trauma stress pada passive bystander peristiwa bullying. Fenomena ini berkaitan dengan bystander effect yang masih belum banyak diteliti sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut perihal ini. Bystander effect adalah fenomena psikologi sosial dimana seseorang atau beberapa orang berada di sebuah situasi darurat dan dapat memengaruhi keputusan atau perilaku individu untuk menolong orang lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling sehingga peneliti mendapatkan 2 subjek yang memenuhi kriteria tersebut. Setelah melakukan wawancara, dokumentasi, dan observasi, penelitian ini menunjukkan bahwa passive bystander dapat mengalami tanda-tanda gejala secondary trauma stress.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adewoye, S. E., & Plessis, A. (2021). Factors that influence emotional disturbance among school bullying bystanders. International Journal of Emotional Education, 13(1), 35–50.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Association.
Dewi, P. Y. A. (2020). Perilaku school bullying pada siswa sekolah dasar. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 39. https://doi.org/10.55115/edukasi.v1i1.526
Febriana, B. (2018). Saksi perilaku bullying: Diam atau membela. Jurnal Keperawatan, 10(3), 164–169.
Febrianti, R., Syaputra, Y. D., & Oktara, T. W. (2024). Dinamika bullying di sekolah: Faktor dan dampak. Indonesian Journal of Educational Counseling, 8(1), 9–24. https://doi.org/10.30653/001.202481.336
Figley, C. R. (2012). Treating compassion fatigue. New York, NY: Brunner-Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203890318
KPAI. (2023). Rakornas dan ekspose KPAI 2023: Membangun Indonesia bebas kekerasan terhadap anak. Berita KPAI. https://www.kpai.go.id/publikasi/rakornas-dan-ekspose-kpai-2023-membangun-indonesia-bebas-kekerasan-terhadap-anak
Kurniawan, E. (2022). Telaah singkat fenomena tentang bystander effect. Jurnal Pendidikan Transformatif (Jupetra), 1(1), 116–119.
Lesmono, P., & Prasetya, B. E. A. (2020). Hubungan antara empati dengan perilaku prososial pada bystander untuk menolong korban bullying. Psikologi Konseling, 17(2), 789. https://doi.org/10.24114/konseling.v17i2.22091
Lukiana, S. E., & Nurdahlia, D. U. (2024). Dampak perilaku bullying terhadap psikososial peserta didik ditinjau dari perkembangan emosi dan motivasi.
Midgett, A., & Doumas, D. M. (2019). Witnessing bullying at school: The association between being a bystander and anxiety and depressive symptoms. School Mental Health, 11(3), 454–463. https://doi.org/10.1007/s12310-019-09312-6
Nadhira, S., & Rofi’ah. (2023). Dampak bullying terhadap gangguan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) pada siswa sekolah dasar. DEWANTECH: Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(1), 49–53. https://journal.awatarapublisher.com/index.php/dewantech
Poerwandari, K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta, Indonesia: Fakultas Psikologi UI.
Purba, R. M., & Mangunson, F. (2020). Program Serasi (Sekolah Ramah Inklusi) dalam meningkatkan pengetahuan saksi sebaya (peer bystander) tentang disabilitas dan perundungan (bullying). INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 11(1), 1–15. https://doi.org/10.51353/inquiry.v11i1.355
Rahayu, S., Sjattar, E. L., & Seniwati, T. (2021). Factors affecting secondary traumatic stress disorder among search and rescue team in Makassar. Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal), 5(2), 49–57. https://doi.org/10.20956/icon.v5i2.9032
Sari, D. P., Yanti, S., Maulya, R., Ningsih, S., & Abidin, Z. (2025). Pemberdayaan bystander dalam menghadapi verbal bullying: Sosialisasi berbasis data penelitian di SMKN. Sambara PKM, 3(2), 243–251. https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v3i2.780
Setyowati, Y. (2020). Analisis peran religiusitas dalam peningkatan akuntabilitas dan transparansi lembaga amil zakat (studi kasus pada Rumah Zakat Jakarta Timur) [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia].
Silviandari, I. A., & Helmi, A. F. (2018). Bullying di tempat kerja di Indonesia. Buletin Psikologi, 26(2), 137. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.38028
Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & RND. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Trach, J., & Hymel, S. (2020). Bystanders’ affect toward bully and victim as predictors of helping and non-helping behaviour. Scandinavian Journal of Psychology, 61(1), 30–37. https://doi.org/10.1111/sjop.12516
Widayastuti, Y. (2014). Psikologi sosial. Yogyakarta, Indonesia: Graha Ilmu.
Zakiyah, E. Z., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 324–330. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14352
DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i2.747
Refbacks
- There are currently no refbacks.







